Pengaruh Religiusitas dan Regulasi Emosi terhadap Psychological Well-Being pada Santri Remaja Putri di Pondok Pesantren An-Nur 1 Bululawang Malang
DOI:
https://doi.org/10.62354/jep.v3i2.73Keywords:
Kata Kunci: religiusitas, regulasi emosi, psychological well-being, santri, remaja putriAbstract
Santri remaja putri menghadapi tekanan psikologis ganda: tuntutan perkembangan usia remaja sekaligus adaptasi terhadap kehidupan asrama yang serba teratur dan minim privasi. Kondisi tersebut mendorong pertanyaan mengenai sumber daya psikologis apa yang membantu mereka tetap sejahtera secara psikologis. Studi ini menguji peran religiusitas dan kemampuan regulasi emosi terhadap psychological well-being pada santri remaja putri di Pondok Pesantren An-Nur 1 Bululawang, Malang. Desain kuantitatif kausal-asosiatif diterapkan dengan melibatkan 188 santri putri yang dipilih secara acak sederhana (simple random sampling) dari populasi 355 santri berdasarkan perhitungan Slovin. Ketiga variabel diukur melalui skala Likert yang telah lolos uji validitas (Pearson Product Moment) dan uji reliabilitas (Cronbach's Alpha), kemudian dianalisis dengan regresi linier berganda. Temuan menunjukkan religiusitas (t = 7,056; p = 0,000) dan regulasi emosi (t = 5,803; p = 0,000) sama-sama menjadi prediktor positif psychological well-being secara parsial, dan keduanya bersama-sama menyumbang 77,8% variasi psychological well-being (F = 325,000; p = 0,000). Sumbangan efektif religiusitas (42,97%) sedikit melampaui regulasi emosi (34,87%). Hasil ini mengindikasikan bahwa penguatan nilai keagamaan dan keterampilan mengelola emosi perlu menjadi bagian integral dari pembinaan santri di pesantren.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Najwa Fatin Rohma, Titin Kholisna (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
