Pemanfaatan Media Pembelajaran Phygital pada Anak Usia Dini: Keseimbangan antara Stimulasi Sensorik Taktil dan Interaktivitas Digital
DOI:
https://doi.org/10.62354/jep.v3i1.65Keywords:
phygital media, early childhood, fine motor skills, instructional design, TPACKAbstract
Media pembelajaran phygital (physical-digital) merupakan pendekatan inovatif yang mengintegrasikan elemen fisik taktil dengan interaktivitas digital untuk mendukung perkembangan anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk menyintesis bukti ilmiah terkait: (1) karakteristik desain instruksional media phygital yang efektif bagi anak usia 2-6 tahun, (2) pengaruh media phygital terhadap perkembangan motorik halus dan koordinasi mata-tangan anak, dan (3) tantangan teknis serta pedagogis guru PAUD dalam mengimplementasikan media phygital. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) yang mengikuti protokol PRISMA 2020. Pencarian dilakukan pada basis data Scopus, Google Scholar, ERIC, dan SINTA dengan rentang publikasi 2011-2025. Dari 487 artikel yang teridentifikasi, 16 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara mendalam. Hasil sintesis menunjukkan bahwa desain phygital yang efektif mengintegrasikan scaffolding digital-fisik, prinsip Universal Design for Learning (UDL), dan umpan balik multimodal. Media phygital terbukti lebih unggul dibandingkan media digital murni dalam meningkatkan motorik halus, koordinasi mata-tangan, dan kemampuan berpikir komputasional anak. Namun, implementasinya menghadapi tantangan serius berupa keterbatasan infrastruktur, kurangnya kompetensi TPACK (Technological Pedagogical and Content Knowledge) guru, serta minimnya panduan pedagogis yang kontekstual.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Journal of Education and Pedagogy

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
