Kontestasi Ideologi Pendidikan Tinggi dalam Wacana Penutupan Program Studi: Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough
DOI:
https://doi.org/10.62354/cjep.v3i1.58Abstract
Polemik penutupan program studi di perguruan tinggi memunculkan perdebatan mengenai fungsi pendidikan tinggi antara orientasi industri dan fungsi publik. Kajian ini bertujuan mengungkap bagaimana wacana tentang pendidikan tinggi direpresentasikan serta bagaimana ideologi dan relasi kekuasaan bekerja dalam membentuk perbedaan wacana tersebut. Objek kajian berupa dua wacana opini di surat kabar Kompas, yaitu “Yang Harus Ditutup Bukan Prodi” karya Ahmad Arif dan “Ketika Kampus Menjadi Pabrik” karya Bondan Kanumoyoso. Analisis berfokus pada wacana sebagai sumber data utama tanpa melibatkan partisipan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan Analisis Wacana Kritis model Norman Fairclough, yang mencakup analisis teks, praktik diskursif, dan praktik sosial. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan simak catat, kemudian dianalisis berdasarkan representasi bahasa, strategi argumentasi, serta konteks sosial yang melatarbelakanginya. Hasil kajian menunjukkan bahwa kedua wacana sama-sama mengkritik kebijakan penutupan program studi, tetapi dengan pendekatan yang berbeda. Ahmad Arif menekankan persoalan pada struktur industri yang tidak berbasis riset, sedangkan Bondan Kanumoyoso menyoroti risiko penyempitan fungsi universitas menjadi sekadar alat produksi tenaga kerja. Secara kualitatif, tampak adanya kontestasi antara ideologi pasar dan ideologi pendidikan sebagai institusi publik yang terlihat dari penggunaan diksi kritis dan metafora dalam membangun argumen pada kedua wacana.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Journal of Education and Pedagogy

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







